Selasa, 03 Januari 2012

teknik slalom

Slalom bisa dikatakan sebuah teknik mengendarai mobil untuk menghindari rintangan (handicap). Serunya berslalom bisa dirasakan oleh masyarakat, semisal ajang Djarum Black Night Slalom yang akan memasuki tahapan Grand Final Di Jakarta, 22 November 2008 mendatang. Antusiasme masyarakat, terutama anak-anak muda sangat baik sekali terhadap olahraga tersebut. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya peserta yang mengikuti event sarat kemampuan tersebut. Baiknya anda mengerti teknik-teknik melakukan slalom yang baik dan benar.




Seperti kita ketahui James Sanger adalah seorang peslalom dengan segudang prestasi. Ketika ditemui di akhir acara Kejurnas Djarum Black Night Slalom seri 9, pria asal Palembang ini menuturkan cara yang baik untuk berslalom. "Hal pertama yang harus dimiliki adalah ketertarikan pada otomotif serta mengerti tentang karakter kendaraan yang akan digunakan untuk slalom," kata beliau. 9 tahapan slalom :

1. Utamakan posisi, baru kecepatan. Memposisikan mobil dengan benar lebih penting daripada mencapai potensi kecepatan yang tertinggi. Jika posisi mobil tidak benar, maka mobil pun akan sulit mencapai kecepatan maksimum.
2. Belok lebih awal. Untuk mencapai kecepatan tinggi ruang untuk berbelok mesti lebih leluasa. Dan satu cara untuk mendapatkannya anda mesti membelok lebih awal. Untuk slalom, mendekati cone sangat penting untuk mendapatkan kecepatan tinggi. Untuk mendekati, anda mesti mengurangi laju mobil, yang berarti ruang berbelok yang lebih luas.

3. Rem lebih cepat, namun tidak terlalu kuat. Lebih baik menginjak rem lebih awal dan tidak terlalu keras sebelum cone. Dan memberikan ruang yang cukup untuk mobil. Ini akan membuat laju mobil anda lebih konsisten dan mulus.
4. Angkat pedal gas lebih awal daripada menginjak rem. Jika anda perlu mengurangi kecepatan, harusnya anda melepaskan pedal gas daripada menginjak rem.
5. Lebih mudah menambah kecepatan di belokan daripada menguranginya.
6. Gunakan kaki kanan bukan roda kemudi. Dalam sebuah belokan, di saat anda menentukan posisi steering yang tepat untuk menjaga posisi belokan, mengangkat pedal gas sedikit akan membuat mobil mendekati sisi cone. Sebaliknya, dengan sedikit menambah gas akan menggerakkan mobil menghindari cone.
7. Kendali roda kemudi sedikit dilepaskan, kemudian tambah tenaga. Apabila mobil menggunakan semua kapasitas ban untuk membelok, maka anda tidak bisa lagi melakukan penambahan kecepatan.
8. Tangan mengikuti mata, mobil mengikuti tangan.

Tahapan-tahapan tersebut merupakan tahapan dasar. "Ya...seharusnya peslalom harus mengerti teknik dasar seperti balik arah dan teknik menarik rem tangan," lanjutnya kepada tim www.autoblackthrough.com saat ditemuin di akhir acara. " Tapi slalom bukan hanya kemahiran tentang membawa mobil, kita juga harus cerdas membaca soal, dan memperbanyak jam terbang, karena soal-soal slalom kan berbeda-beda. Ini jadi sebuah handicap sendiri. Pada saat melakukan latihan kita harus banyak mencoba berbagam soal, dan kalau bisa soalnya kita buat sendiri.

Mengenai kendala trek yang basah, para peslalom juga harus memperhatikan teknik-teknik berikut :

1. Pressure dari ban kendaraan harus dikurangi, agar ban bisa lebih menggigit ke aspal yang basah.
2. Anda juga harus memperhatikan jarak pengereman. Semisal pada trek yang kering anda mengerem dalam jarak 25 m, maka disaat kondisi basah apalagi hujan anda harus mengerem dalam jarak 30 m.

Demikian ungkap Juara 2 Djarum Black Night Slalom seri 9 di Bandung (1/11) kemarin. "Namun, kita juga perlu mengontrol emosi ketika melalui handicap tadi," lanjutnya ketika membahas trek basah yang sudah dilakoninya di Bandung. Selamat mencoba yah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar